Anakku sesudah ikut diet keto

Re-post, tulisanku tanggal 11 agustus 2016:

Observing..... Hmm... Menurutku yang hanya orang awam, ini amazing..fakta yang menarik..

Kalau anakku Ghasya yang riwayat kesehatannya punya masalah alergies yang hebat sedari batita hingga sebelum melakukan pola makan low carb, Ghasya selalu bermasalah dengan amandelnya, BAB nya, lidahnya yang selalu berjamur dan terkikis seperti sariawan dan menyakitkan hingga kadang berdarah, hingga kulitnya yang gatal gatal keluar bentol kecil berisi air. Dari tahun ketahun selalu jadi masalah besar yang selalu harus jadi langganan Rumah sakit.

Mau testi nih? Mmm..ga juga..judulnya aja observing kok, berarti masih tahap mengamati, belum ada kesimpulan akhir.

Emang apaan sik? Iniloh...sebagai emaknya kan ya pasti perhatikan dong segala macam perkembangan fluktuatif dalam hal apapun itu pada anaknya sendiri? Tentu saja, itu kewajiban kita kok. Yang paling signifikan terlihat dari secara fisik ya, bukan psikis (soalnya masalah psikis, cognitive, attitude, behavioural itu ada ceritanya lagi ?) ada sesuatu yang reaksinya berubah. Apaan tuh?

Dulu, saat Ghasya kemasukan mecin (MonoSodiumGlutamat) efeknya langsung nyos! Itu yang namanya lidah menjadi suatu kepulauan berjamur hingga berdarah adalah suatu keharusan! Dari situ efeknya suka berimbas banyaakkk..amandelnya membengkak hingga meradang lalu demam tinggi karena inflamasi. Ini biasanya terjadi 1 tahun miminal 2x dan solusinya saat itu pasti hanya satu: antibiotik. Bom pake antibiotik, selesai, makan mecin lagi jadi lagi bom lagi pake antibiotik, makan permen jadi lagi bom antibootik, makan es teh manis jadi lagi bom lagi pake antibiotik. On amd on and on seperti itu. Ga ada solusi, antibiotik hanya sebagai pereda gejala, kalau menyelesaikan masalah harusnya anakku makan apa2 ga masalah dong? Nah ini jadi lagi jadi lagi...

Sudah masuk bulan ke- 5 anakku melakukan puasa 12 jam, stop makan jam 8 malam, mulai makan jam 8 pagi. Menu yang aku kasih menu rendah karbo, ga pake nasi dan segala bentuk sumber karbohidrat tunggal. Protein dan lemak hewani diperbanyak, sayur jarang nyaris ga pernah, buah sama jarang..paling banter dikasih kiwi, protein nabati nyaris tidak pernah, taukah apa hasil observasiku selama 5 bulan ini?

  1. Ghasya ketika aku testing kasih jajanan yang mengandung MSG, TIDAK ada reaksi sama sekali dilidahnya...bersiiiiih.. Ketika kami makan diluarpun, yang mana makanan yg bukan home made resiko penambahan MSG sangat tinggi, Ghasya lidah, amandel dan kulitnya TIDAK memunculkan gejala atau indikasi alergic apapun!

  2. Ghasya aku kasih makan dominan fat dan tinggi protein hewani dengan nyaris hampir TIDAK PERNAH aku kasih sayur dan buah, tapi kenapa kok punya siklus BAB teratur setiap sore? Bukankah ini menguatkan jurnal penelitian tentang bahwa, BUKAN sayur atau serat yang kurang pada pencernaan manusia ketika sembelit, namun sembelit terjadi karena memang pencernaannya bermasalah. Ghasya itu punya tubuh yang baru berumur 8 tahun yang otomatis paling mendekati fitrahnya daripada orang dewasa kan? Dia telah membuktikannya.

  3. Dulu makan ayam banyak, telur banyak, muncul beruntus isi air kecil-kecil dipermukaan kulitnya, sekarang tiap hari aku kasih protein hewani..kok ya nda apa2 sih?

Observing itu menimbulkan pertanyaan dooong, kok bisa gitu? Kepoin mas agus tyo founder of KetoFastosis Indonesia, lalu beliau menjelaskan uraian secara reaksi kimianya dalam tubuh:

Ternyata ya..MSG itu efeknya bisa menaikkan Gula darah loh.. jadi sebetulnya yang buat efek buruknya itu kenaikan gula darahnya.

juga sifat glukosa didarah yg bila dilevel normal ke tinggi (90mg/dL ke atas) merupakan "reducing agent" bagi semua zat kimia yg masuk ketubuh. Disini letak permasalahannya..gula yang tinggi ini yang jadi pereduksi bahan kimia yang masuk kedalam tubuh dan membentuk sesuatu yang mirip pathogen (sel virus, bakteri, jamur,dll) makanya lidah Ghasya langsung sariawan, berjamur hingga berdarah ketika terkena MSG.

Alergies bisa dipicu oleh maillard reaction (proses pencoklatan seperti mengkaramel) yg terjadi saat protein dimakanan membentuk reaksi non enzymatic dgn Glukosa (Karbo) seperti membentuk schiff base.

contohnya reaksi tersebut seperti gluten didalam tepung yang pernah aku bahas kemarin distatus.. bila dipanaskan... Gluten (Protein) ini akan membentuk reaksi non enzymatic dgn Glukosa (dari pati / starch di tepung), sehingga membuat struktur protein yg terkaramelisasi ini memicu hypersensitivity di usus. Bukan salah glutennya tapi glukosanya yang mengoksidasi.

Hah?jadi?bukan salah MSG-nya tapi glukosanya yg salah?

Glukosa akan selalu menimbulkan masalah jika suplus dalam tubuh. Ghasya itu termasuk suplus karena kekurangan ilmu emaknya..dulu dikasih susu UHT tinggi glukosa sehari bisa 3x hingga mengalami konstipasi berkepanjangan. Dan itu yang dia simpan dalam tubuh hingga memunculkan berbagai macam reaksi alergies dalam tubuh ketika kemasukan bahan kimia (MSG) protein (ayam,telur) dan es manis (glukosa dan suhu dingin kesukaan bakteri hidup), glukosa memang penyebab masalahnya..

Namuuunn..bukan berarti bahan makanan kimia juga bagus, tetep ga bagus dooong..tapi ada pengecualian untuk yang sudah bertubuh ketosis seperti Ghasya.. Karena Ghasya sudah Full of Keton dan tidak memakai glukosa utk bahan bakar tubuhnya, maka SUDAH TIDAK ADA yang menjadi reduction agent ketika bahan kimia masuk kedalam tubuh, bahan kimia yang masuk kedalam tubuh yang ketosis itu hanya akan bersifat in and then out saja, ga ada glukosa yang ikat.

Kesimpulan yang aku dapat dari hasil observing....tetep ya...glukosa yang jadi masalah... ???

Kira-kira begitulah curhatan emak-emak lebay dipagi hari ini, semoga bermanfaat untuk yang lainnnya.

Salam?

#KETOFASTOSIS_FOR_QUALITY_LIFE #FASTING_ON_KETOSIS #WE_ARE_KETON_INSIDE

Reply to this thread

This site uses cookies and other tracking technologies to differentiate between individual computers, personalized service settings, analytical and statistical purposes, and customization of content and ad serving. This site may also contain third-party cookies. If you continue to use the site, we assume it matches the current settings, but you can change them at any time. More info here: Kebijakan Privasi dan Cookie