Asosiasi Ibu Menyusui Indonesia...

[Tentang RELAKTASI]

copas dari grup https://www.facebook.com/groups/AIMI.ASI/

Selamat pagi,

Hari ini banyak mendapat pertanyaan ttg berapa lama sih proses relaktasi dijalankan hingga bayi mau menyusu kembali?

Dear member,

Relaktasi adalah sebuah proses. Proses apa? Proses mengembalikan insting alamiah bayi untuk menghisap payudara secara efektif. Bayi kita itu dilahirkan dengan berbagai insting dan refleks alamiah yg membantu mereka bisa bertahan hidup. Refleks menghisap adalah salah satunya. Diciptakan agar tanpa perlu diajari, bayi bisa menghisap payudara ibu. Buat para ibu yg pernah merasakan proses Inisiasi Menyusu Dini (IMD) atau pernah melihat video IMD pasti akan takjub betapa bayi dapat mencari tahu dimana letak payudara ibu dan kemudian pelan2 menghisapnya.

Penggunaan dot, di banyak kasus, bisa mengganggu refleks alamiah hisapan bayi pada payudara ibu. Ada yang kemudian berpengaruh ke produksi ASI karena bayi berkurang kemampuannya "mengosongkan" payudara. Ada pula yang sampai bayi menolak payudara ibu. Apa itu artinya bayi ngga bisa membedakan mana dot dan mana payudara? Bisa, dia tau kok mana ibunya ? Tapi dia tidak lagi bisa membedakan bahwa cara "mengosongkan" payudara dengan cara mengosongkan dot itu berbeda. Akibatnya bayi frustasi saat bertemu payudara ibu karena merasa tidak sanggup mendapatkan ASI yg diinginkannya.

Tampilan luar dot boleh jadi kelihatan sama dengan payudara ibu. Ada yg bentuknya lebar karena dibuat mirip dengan penampang areola ibu. Tetapi jangan lupa bahwa di dalam payudara kita ada saluran saluran ASI yg sebarannya berbeda antara satu payudara dengan lainnya (lihat gambar di bawah). Sementara di bawah dot, tidak ada sebaran saluran dot.

Bayi dengan insting memghisap alamiahnya di payudara belajar "mengosongkan" payudara ibunya dengan cara memijat saluran2 ini dengan mulutnya. Dia mencari bagian2 saluran mana yang berisi banyak ASI. Makanya pelekatan itu kunci utama pentingnya menyusui yg efektif karena memungkinkan mulut bayi melakukan pemijatan terhadap payudara ibu. Ini butuh kerja keras sistem oral motor bayi. Makanya kalau menyusu ke payudara, kepala bayi sering berkeringat banyak karena semua otot di mulutnya kerja keras.

Ketika kenal dot, bayi mulai "lupa" mekanisme di atas. Karena dot yang sumbernya alirannya tunggal (walau lubang di dot banyak sekalipun), tidak lagi membutuhkan mulut bayi bekerja keras seperti saat menghisap payudara yang sistemnya kompleks seperti pada gambar.

Kembali ke pertanyaan di atas: berapa lama kah proses relaktasi itu? Faktor yg menentukan keberhasilan relaktasi banyak sekali, antara lain:

  1. Usia bayi: semakin muda bayi, relaktasi jd lbh mudah

  2. Berapa lama bayi kenal dot: bayi yang sudah lbh lama terpapar biasanya proses mengembalikannya juga butuh waktu

  3. Sejak kapan bayi kenal dot: Ketika bayi blm cukup mengenal bagaimana menghisap payudara dan akhirnya kenal dot, kemungkinan dia akan lbh cepat bingung puting

  4. Seberapa tekun skin to skin atau kontak kulit dilakukan: saat relaktasi proses utama dijalankan ibu dan bayi yang mesti intensif baby moon. Kalau proses kontak kulit sering terganggu, ini juga mengurangi kecepatan proses relaktasi.

  5. Dukungan keluarga: selama relaktasi, ibu harus menghabiskan waktu maksimal bersama bayi utk kontak kulit. Sehingga semua peran ibu yg lain harus digantikan oleh orang lain.

  6. Konsistensi meninggalkan dot dan menggantinya dengan media lain: Selama dot msh digunakan, maka bayi akan "kebingungan" lagi krn ada dua cara menghisap yang dipraktekkan bersamaan. Dan pada akhirnya dia hanya akan memilih yang termudah.

  7. Apakah bayi sudah sama sekali menolak payudara atau masih mau menghisap: kalau bayi sudah menolak sama sekali, maka PR terbesarnya sebelum memperbaiki hisapan adalah bagaimana membuat dia lebih tenang saat ketemu payudara ibu. Poin skin to skin jadi kunci utamanya.

Sulitkah relaktasi? Bukan mudah memang. Tapi BUKAN tidak mungkin dijalankan. Karena kita berupaya membantu bayi memulihkan refleks insting alamiah yg sudah diciptakan Tuhan sejak lahir.

Di dokumen grup sudah ada informASI ttg relaktasi. Silakan dibaca baik-baik: https://www.facebook.com/notes/asosiasi-ibu-menyusui-indonesia/panduan-umum-relaktasiproses-menyusui-kembali/10155637264314778/

Jangan ragu mendatangi konselor laktasi atau dokter laktasi jika butuh bantuan. Teknik relaktasi juga bisa berbeda tergantung pada kondisi si bayi. Di situlah peran konselor memetakan kondisi bayi dan memberikan panduan kepada orang tua bagaimana menjalankan relaktasi.

Kunci keberhasilan relaktasi bukan pada konselornya. Tapi pada ketekunan dan niat orang tua untuk mengembalikan kembali proses menyusui yang indah dan insting hisapan bayi yang baik, demi keberhasilan program menyusui hingga dua tahun atau lebih.

Selamat berjuang buat para member yang ingin dan sedang relaktasi. Percayalah bahwa proses ini sangat layak untuk diperjuangkan.

Lianita Prawindarti (admin grup FB AIMI, KL AIMI) . . . *** TAMBAHAN INFO

Dokter laktasi seluruh indonesia:

  1. Dr. Agusnawati Munandar, IBCLC, CIMI (RSIA KMC)

  2. Dr. Ira R, IBCLC (RS. Meilia Cibubur)

  3. Dr. Anjar Setiani, SpA (RSIA KMC, RS Syarif Hidayatullah UIN Ciputat, Flamboyan Medika Kebayoran Lama)

  4. Dr. Kadek Suarca, SpA (RSU Wangaya Denpasar & RSU Bali Jimbaran Kuta Selatan)

  5. Dr. Made Indra Waspada, SpA, CIMI (RSIA KMC)

  6. Dr. Agustina Santi Lie, MSc, SpA, CIMI, IBCLC (RS Siloam Bali)

  7. Dr. Dery (RSIA KMC)

  8. Dr. Ika Ayu Paramita (Puskesmas Beji)

  9. Dr. Maharani Bayu, IBCLC (RSIA Evasari dan RSIA Aulia)

  10. Dr. Siti A. Ridha (Apotek Karunia-RSUD Bontang-Kaltim)

  11. Dr. Dyah Febriyanti, IBCLC (RSIA KMC)

  12. Dr. Siti Habsyah Masri, M.Ked(Ped), Sp.A, CIMI (Klinik Laktasi RS Advent Medan, Klinik Albucasis Indragiri Hulu, Riau)

  13. DR. Dr. Dian Yudianita Kesuma, SpAK (Palembang)

  14. Dr. Made Tirtha Yasa, SpA (RSI BONTANG )

  15. Dr. Ameetha Drupadi CIMI (Mayapada Hospital Jakarta Selatan)

  16. Dr. Yudith Angeline, IBCLC (RSIA COLUMBIA dan RSIA KMC)

  17. Dr. Wilda Mas'ud (RS Budi Kemuliaan dan RSIA KMC)

  18. Dr. Viranda PM (RS Permata Depok)

  19. Dr. Marini Sartika Dewi SpA MSi.Med (RS Muhammadiyah & RSNU Tuban Jatim)

  20. Dr. Elsa Maimon, SpA (RSKD Balikapapan)

  21. Dr. Fitra Sukrita Irsal, IBCLC (RS PMI Bogor dan RS EMC Sentul)

  22. Dr. Johannes Ridwan, SpA (RS Bethsaida Hospital Gading Serpong)

  23. Dr. Christiana, SpA (RS Bethsaida Hospital Gading Serpong)

  24. Drg. Ali Taqwim (Aimi Purwokerto)

  25. Drg. Mellyna Utami (Aimi Purwokerto)

  26. Dr. Munawaroh Pasaribu (Aimi Kalsel)

  27. Dr. Frecillia Regina, SpA, IBCLC (RS Limijati Bandung)

  28. Dr. Kartika Darma Handayani, SpA (RS Dr Soetomo Surabaya Jatim)

  29. Dr. Gita Tiara Paramita (RS Meilia Cibubur)

  30. Dr. Budining Wirastari Marnoto, SpA, IBCLC (RS Hermina Bekasi)

  31. Dr. Dini Adityarini, SpA (RS Kendangsari Jatim)

  32. Dr. Dandy Utama Jaya SpA, M.Kes, IBCLC (RS Mulya Tangerang)

  33. Dr. Fitrisia 'pipit' Amelin, SpA, M. Biomed (Klinik My Lovely Child - Depan RS M. Djamil Padang)

  34. Dr. Willey Eliot, M. Kes (RS Columbia Asia Medan)

  35. Dr. Ingrid Siahaan, MPH (Klinik Laktasi RS Advent Medan)

  36. Dr. Nanan Surya Perdana SpA M.Kes (Apotik M. Yamin 12-14 telp. 0541.7273762)

  37. Dr. Rahmalina, SpOG (Klinik Utama Hasnaliya, Magelang)

  38. Dr. Gracia Azra Lestari, IBCLC (PKM Pasir Mulya Bogor)

  39. Dr. Stella Tinia M.Kes IBCLC (Klinik Duta Kartini Bandung)

  40. Dr. Syahperlan ( Erland Wendi) WS, MSc, SpA, IBCLC (RSUD Malinau Kaltara)

  41. Dr. Nina Natalia SpA (RS Siloam Balikpapan)

  42. Dr. Erlina M Napitupulu, M.Ked(Ped), SpA (RS. Premier Jatinegara)

  43. Dr. Novaily Zuliartha, M.Ked (Ped), SpA. (Praktek: Jl.Diponegoro No.193 C Kisaran/ RS. Setio Husodo. Kisaran. Asahan, Sumatera Utara)

  44. Dr. Oka Dharmawan, IBCLC, MARS, (Balimed Hospital Denpasar)

  45. Dr. Rosmauli (RSIA Bunda Aliyah Jaktim)

  46. Dr. Ratih Ayu Wulandari, IBCLC (Poli Laktasi RS Puri Cinere, Praktek Pribadi Bintaro Jaya)

  47. Dr. Gina Swastika, IBCLC, CIMI (Poli Laktasi RSIA Kemang Medical Care dan RS Syarif Hidayatullah (UIN) Ciputat)

  48. Dr. Thrisia Wuryanti, MSc, SpA, (RS Kanudjoso Jatiwibowo Balikpapan, KalTim dan Klinik Medika Utama jl. Manggar Baru Balikpapan KalTim)

  49. Dr. Darmady Darmawan, SpA. (RS Evasari & RS Omni Hospital Pulomas Jakarta)

  50. Dr. Jeanne-Roos Tikoalu, SpA, IBCLC, CIMI. (RSPI Puri Indah, Jakarta)

  51. Dr. Irma Suryani (RS Hermina Bekasi dan RS Permata Bekasi)

  52. Dr. Hanna Tetty E.S. (Puskesmas Bontang Barat, Bontang-Kaltim)

  53. Dr. Paulina, SpA (RS Limijati Bandung)

  54. DR. Dr. Ema Alasiry, SpA(K) (RS Wahidin Sudirohusodo Makassar dan Klinik RSB Bunda Makassar)

Reply to this thread

This site uses cookies and other tracking technologies to differentiate between individual computers, personalized service settings, analytical and statistical purposes, and customization of content and ad serving. This site may also contain third-party cookies. If you continue to use the site, we assume it matches the current settings, but you can change them at any time. More info here: Kebijakan Privasi dan Cookie