"Menjadi Seorang Ibu, Harus Banyak Belajar" Hallo bunda-bunda...

"Menjadi Seorang Ibu, Harus Banyak Belajar"

Hallo bunda-bunda dan para admin di grup Anak Sehat dan Berkualitas, sebelumnya saya ucapkan terimakasih untuk para admin. Dengan adanya grup seperti ini kita semua bisa sharing pengalaman dan bisa update ilmu yg sebelumnya kita belum paham, jadi lebih mudah untuk belajar dan berbagi lewat grup ini. Dan untuk semua anggota grup semoga Allah selalu berikan kita dan anak-anak kita kesehatan dan kebahagiaan, aamiin.

Perkenalkan saya Dewita Astriani, ibu anak satu yg baru berusia 16 bulan. Semoga ditulisan ini, ada hikmah dan pelajaran yg bermanfaat untuk kita semua. Barangkali pengalamannya ada yg samaan dengan saya ?

Menjadi seorang ibu memang sudah kodratnya seorang wanita. Tentunya dengan banyak suka duka yg dilalui. Mulai dari mengandung 9 bulan dengan banyak problem ibu hamil yg pasti semua bunda disini pernah merasakan. (Duh maaf jadi flashback bentar ?). Ada yg mual muntah setiap hari, gak doyan makan, susah tidur, sensitif dengan bau-bauan, mood yg tiba-tiba suka berubah, dan masiiih banyak lagi. Kenapa saya tulis disini? Ya. Karena ini adalah start kita menjadi seorang ibu. Menjadi rumah untuk anak kita berlindung di perut kita. Selama 9 bulan berjuang kemana-mana membawa perut yg semakin membesar, akhirnya tibalah saatnya bertemu dengan bayi mungil, lucu nan menggemaskan yg siap hidup dan bernafas di dunia. Hayoo siapa yg tiba-tiba baper teringat saat melahirkan dulu? Pasti momen yg tidak pernah terlupakan seumur hidup ya bun ?

28 Mei 2017, saat jam makan sahur sebentar lagi akan habis, lahirlah bayi laki-laki saya, Ghaisan Reza Al Baihaqi, di RSUD Kota Jogja. Saya terharuuu sekali, akhirnya saya dan suami bisa melihat dan memeluk anak kami. Waktu itu lahir normal dan sehat dengan bantuan induksi karena sudah terlewat HPL, air ketuban mulai berkurang, dan saya sama sekali belum merasakan tanda-tanda kontraksi. Alhamdulillah, Allah berikan kelancaran hingga saya bisa melewati proses persalinan. Dan Alhamdulillah juga para bidan dan perawat yg menolong persalinan saya, masih bisa makan sahur di menit-menit terakhir menjelang imsak. Terimakasih saya ucapkan disini, barangkali bidannya ikut grup ini siapa tau ya kan? ?

Dan ternyata perjuangan yg sesungguhnya baru akan dimulai. Menjadi ibu baru, ternyata banyaaak sekali yg harus dipelajari. Terutama tentang menyusui. Bayi saya ASI, tetapi tidak ASIX (eh semoga ini bukan halangan untuk ikutan giveaway ya hihii) saya pakai tambahan susu formula dengan media dot tentunya. Karena minimnya ilmu tentang perASIan, ditambah babyblues berhari-hari hingga saya malas makan, banyak pikiran, akhirnya saya berikan susu tambahan untuk anak saya. Harusnya dulu jauh-jauh sebelum melahirkan, saya lebih rajin lagi cari-cari bacaan tentang ASI, lebih rajin lagi bertanya dan konsultasi tentang ASI. Sudah sering dibahas tentunya di kelas ibu hamil, di buku KIA juga sudah ada bacaannya. Dan di RS pun sudah di edukasi dokter dan para perawat tentang bagaimana cara menyusui yg tepat. Tapi yaaa namanya ibu baru, baru pertama kali melahirkan, pertama kali menyusui, dan semua serba pertama kali, ditambah kurangnya pengetahuan dan dukungan, saya pasrah. Menyerah pada botol dot dan susu formulanya. Yang ini mohon jangan ditiru yah ?

Padahal saya fulltime di rumah, harusnya bisa bisa bisaaa banget full ASI. Btw salut dengan para workingmom pejuang ASI. Kalau saya pernah baca-baca ada yg rajin pumping 2-3 jam sekali. Ada yang rela pulang pergi dari tempat kerja hanya untuk menyusui langsung si bayi. Ada juga yg bekerja jauh di luar pulau tapi tetap kirim ASIP untuk bayinya di rumah. Masya Allah semoga bisa jadi motivasi dan bisa saya terapkan ke diri saya sendiri untuk ke depannya. Dan ternyata pemberian sufor dan dot ini bukanlah solusi terbaik untuk ASI yg belum keluar atau produksi ASI sedikit. Apalagi dengan media dot yg jelas-jelas akan menyebabkan bayi bingung puting, berkurangnya produksi ASI dan akhirnya si ibu bayi beranggapan ASI nya selalu kurang untuk bayinya.

Jadi teringat duluuu banget saat Ghaisan usianya sekitar 2-3 bulan, setiap malam menjelang tidur selalu rewel serba salah. Di susui tidak mau, diberikan dot juga menolak. Dia hanya menangis dan menangis. Dia bingung putingkah? Bisa jadi. Maafkan mama ya nak ?. Yasudah, semua sudah berlalu. Ini bisa jadi pembelajaran ya terutama buat yg akan melahirkan atau bunda-bunda yg bayinya masih newborn, ayo bunda semangat ASI Eksklusif. Tidak ada yg lebih baik selain ASI ??.

Eh iya bun, ngomong-ngomong saya sudah berhasil menyapih anak saya dari botol dotnya. Saat usianya 12 bulan perlahan saya kurangi frekuensi pemakaian dot diganti dengan minum susu pakai gelas + sedotan. Alhamdulillah diusia 15 bulan dia sudah melupakan dotnya, lumayan lama kan 3 bulanan prosesnya. Kenapa tidak dari dulu saja buang dotnya? Ya inilah kekurangan saya, suka maju mundur sama niat. Tidak memikirkan bahayanya. Btw bahaya penggunaan dot ini banyak lho bun, selain membuat bayi bingung puting dan daya hisap melemah, penggunaan dot apalagi dengan sufor seringkali menyebabkan gigi caries. Kalau ada yg salah mohon dikoreksi ya admin ??. Jadi bunda-bunda yg anaknya masih pakai dot, yuk boleh coba dikurangi frekuensi pemakaiannya. Lebih cepat lebih baik, karena biasanya semakin besar anak akan semakin ketergantungan.

Sebagai wujud permintaan maaf saya ke anak karena gagal ASI eksklusif, saya niatkan untuk berikan MPASI homemade sebaik-baiknya. Jadi setelah itu saya semangat browsing tentang MPASI homemade di grup fb, instagram, youtube, dll hingga akhirnya paham dan mengerti. Oh ternyata begini, oh ternyata begitu. Dan mulailah saya siap jadi ahli gizi, jadi chef yg siap tempur masak-memasak. Siap putar otak variasikan menu ini itu setiap harinya. Walau saya juga pernah melanggar peraturan. Peraturan siapa? Peraturan WHO tentunya. Ditengah-tengah perjuangan saya kasih makanan homemade, sayapun pernah berikan makanan instan. Yah, namanya juga manusia bun tempatnya salah dan khilaf. Oiya bagian ini juga tidak boleh ditiru ?. Nah walaupun banyak sekali resep-resep MPASI bertebaran di internet, kadang sayapun suka bingung juga mau bikin menu apa besoknya dan besoknya lagi. Apalagi kalau sudah ditanggal tua, harus bisa belanja komplit dengan uang sekian misalnya. Bisa tambah pusing pala mamak ?. Maafkan ya bun malah bahas kaya gini, tapi saya yakin bunda-bunda pasti ada yg kaya gini juga. Ini sepertinya juga jadi bagian menarik di keseharian sebagai seorang ibu kan? ?

Menjadi seorang ibu bukan hanya sekedar bisa nyuapin anak, bukan hanya bisa kasih menu-menu variatif setiap harinya. Tapi masalah baru yg biasanya muncul adalah saat anak mulai menunjukkan drama saat makan. Entah itu sembur-sembur makanan, suka ngemut makanan, sampai yg GTM parah gak mau buka mulut sama sekali. Syebel pasti ?. Ghaisan di awal MPASI pintar sekali makannya, apapun dia mau. Dari yg instan dia mau. Yang homemade mulai dari menu tunggal hingga menu 4 bintangpun selalu lahap dihabiskan. Lalu diusia 10-11 bulan, episode susah makan akhirnya dimulai juga. Susah makan disini bukan berarti Ghaisan tidak mau makan sama sekali ya bun. Dia mau makan, tapi sedikiiit sekali 3 suap 4 suap, seterusnya diemut saja. Nah ini yg harus segera diatasi. Sayanya juga mulai pusing mikir bagaimana caranya anak ini selera makan lagi. Mulai dari variasikan menu makanan tentunya, naik turun tekstur, coba metode BLW, sampai diajak makan sambil muter-muter kampung. Duh bisa dibayangkan betapa lelahnya saya waktu itu? ??

Jadi, menurut teori yg saya baca, anak susah makan harus dicari dulu penyebabnya, baru kita lanjutkan dengan mencari solusinya. Apakah sedang tumbuh gigi? Bosan dengan menu makanan? Bosan dengan suasana makan? Atau jam makan dengan jam ngemil terlalu berdekatan? Dan kenyataannya, praktek tidak semulus membaca teori. Banyak sekali yg harus saya pahami dan saya "sabarin" lagi. Semua anak saya rasa akan mengalami yg namanya fase susah makan ya bun, walaupun mungkin ada anak yg makannya selalu lancar tiada drama. Jadi yg saya lakukan adalah sabar, konsisten, dan jangan menyerah. Semua tips dan saran sudah saya coba dan saya terapkan di kesehariannya. Tidak langsung berhasil, butuh waktu berhari-hari bahkan berminggu-minggu. Alhamdulillah perlahan sabar dan konsisten itu membuahkan hasil. Ghaisan mulai bagus lagi selera makannya, mulai lahap lagi, walau sesekali masih suka ngemut tapi sudah tidak separah dulu. Semoga ke depannya tidak ada drama-drama lagi saat makan ya Ghaisan. Buat bunda-bunda yg saat ini sedang dilema karena anaknya susah makan, tetap semangat dan berusaha yah bun, kalau pernah baca kata-kata bijak sih "Insha Allah, tiada hasil yang menghianati proses" kan? ?

Baiklah. Seorang ibu itu hebat. Seorang ibu itu kuat. Kuat menggendong berjam-jam sambil melakukan pekerjaan lainnya. Kuat begadang meskipun mata ngantuk tak tertahan dan bantal melambai-lambai pengen dihampiri. Biasanya ini terjadi ketika bayi masih newborn atau saat sedang sakit hingga tidur malamnya pun terganggu. Alhamdulillah makin besar Ghaisan sudah jarang sekali bangun malam. Jam tidurnya sudah teratur. Juga hal-hal yg rutin dilakukan sebelum jam tidur malam pun dia sudah hafal. Biasanya saya ajak cuci tangan dan kaki, ganti baju jika bajunya kena keringat atau basah karena minum, dan tidak lupa rutinitas lainnya adalah membiasakan untuk sikat gigi. Oiya menurut saya ini juga salah satu perjuangan dan kewajiban kita sebagai para ibu loh, mengajari sikat gigi sedini mungkin agar terbiasa. Karena ini penting. Walaupun belum semahir orang dewasa, yg penting sudah diajari, sudah disounding kalau sudah punya gigi, ya harus sikat gigi. Kalau saya saat ini yg belum berhasil adalah mengajari dia cara berkumur. Sudah dicontohkan, tapi saat tiba giliran dia, ditelan ?. Yasudah, tidak apa ya nak namanya juga proses belajar. Nanti lama-lama juga pasti bisa.

Menjadi seorang ibu ternyata tidak cukup hanya berbekal gelar mama kece atau mahmud syantik, dsb. Menjadi seorang ibu diharuskan untuk paham bagaimana pertolongan pertama ketika anak tiba-tiba terjatuh, harus belajar untuk tidak panik ketika anak sedang sakit, harus bisa mengatasi dan mengontrol emosi saat anak sedang tantrum minta sesuatu. Siapa yg suka kelepasan emosi saat anak sedang tantrum? Saya pernah. Mengontrol emosi ini penting sekali. Kalau emosi tidak terkontrol apalagi saat kita sedang merasa capek dan anak tiba-tiba rewel, ujung-ujungnya anak jugalah yg jadi sasaran omelan ?. Setelah itu pasti menyesal belakangan. Kalau yg pernah saya baca, anak tidak perlu dimarahi, hatinya malah akan terluka. Yang perlu kita lakukan adalah pemahaman. Memahami keingintahuan anak kita, kemauan anak kita. Dan kalau bom emosi saya siap meledak, biasanya saya akan tinggalkan anak sebentar, tarik nafas panjang, bayangkan yg indah-indah, yg lucu-lucu. Lalu balik lagi ke anak. Melihat wajahnya yg polos dan senyuman yg selalu dia berikan dengan tulus, hmm akhirnya tidak jadi marah-marah. Betul gak sih bunda-bunda bahwa mengontrol emosipun perlu belajar?

Mungkin perjalanan ini belum seberapa, saya masih berkutat dengan rutinitas sehari-hari mulai dari bangun hingga tidur lagi mengurus anak dan rumah. Tapi ke depannya, saat anak kita semakin besar, semakin besar juga tanggung jawab kita sebagai orangtua, sebagai seorang ibu. Ada istilah mengatakan "ibu adalah madrasah pertama bagi anak-anaknya". Belajar bukan hanya kewajiban anak sekolah kok, menjadi seorang ibu juga perlu banyak belajar. Mungkin bunda-bunda yg anaknya sudah besar atau yg sudah punya anak lebih dari 1, sudah fasih dalam hal seperti ini. Tapi untuk ibu baru seperti saya, harus rajin-rajin update ilmu. Karena kalau kita tidak berbekal ilmu, kita sendiri loh yang merugi. Siapa yg setuju dengan saya? Jadi yuk ah bunda-bunda disini semangat belajar juga ?

Baiknya saya sudahi dulu cerita panjangnya ya, kalau mau diceritain pengalaman menjadi seorang ibu sepertinya tidak akan ada habisnya. Selalu adaaa saja hal baru setiap hari. Selalu ada tingkah-tingkah lucu anak-anak kita. Buat seorang fulltime mom, Alhamdulillah saya sangat menikmati hari-hari saya mengurus anak di rumah. Melihat perkembangan demi perkembangan anak yg MasyaAllah di usia 16 bulan ini sudah banyak sekali yg dia bisa. Dan untuk para workingmom, sekali lagi saya salut dengan kalian. Bisa mengurus anak, suami dan mengurus pekerjaan rumah, sekaligus mampu membantu mencari rezeki untuk keluarga. Mau fulltime mom atau working mom, kita semua hebat, kita semua sama, kita adalah seorang ibu yg berusaha memberikan yg terbaik untuk anak dan keluarga. Bukankah begitu bun? ?.

Salam sehat untuk kita semua.

#Giveaway1AnakSehatdanBerkualitas #PengalamanMenarikSeorangIbu #SemangatBelajar

Hai bunda hebat:

yarti91989

Mohon maaf sebelumnya jika mengganggu, izin saya tag disini ya syukur-syukur mau bergabung, yuk ceritakan keseharian kalian sebagai seorang ibu.

Reply to this thread

This site uses cookies and other tracking technologies to differentiate between individual computers, personalized service settings, analytical and statistical purposes, and customization of content and ad serving. This site may also contain third-party cookies. If you continue to use the site, we assume it matches the current settings, but you can change them at any time. More info here: Kebijakan Privasi dan Cookie